Rabu, 08 Januari 2014

Indonesia Reader Festival 2013

Alhamdulillah, satu momen berharga bagi insan perbukuan di Indonesia berhasil dengan baik dan lancar. Indonesian Reader Festival atau Festival Pembaca Indonesia 2013. Berbeda dengan IRF tahun 2012 yang diselenggarakan selama satu hari, kali ini panitia dari Goodreads Indonesia melaksanakan IRF selama 2 hari dan berpindah lokasi ke Museum Bank Mandiri, Kota Lama, Jakarta Barat pada 7-8 Desember 2013.

Dan kali ini, saya berkesmpatan pula untuk bisa mengikuti acara yang ke-3 dari teman-teman GoodReads Indonesia Baca itu Seru! Kali ini tak sendirian, bersama teman-teman BBIers Joglosemar, mengunjungi teman-teman BBIers Jabodetabek, yeah!

Saya tiba di stasiun Poncol, Semarang pada jum'at sore yang cerah. Kontak dengan teman-teman yang hendak berangkat bersama (BBIers Semarang) intens dilakukan, sementara teman-teman BBI Solo dan Yogya sudah berangkat terlebih dahulu dengan kereta Gaya Baru Malam. 

Rencananya kami berangkat berlima, saya, kak Cindy, kak Lila, kak Ika, dan kak Isna (seraper), dan sampai maghrib lewat (kereta berangkat jam 19.00 tepat), saya sudah bertemu kak Cin dan kak Ika. Sedangkan kak Lila dan kak Isna belum keliahatan wujudnya. Tiba-tiba hp berbunyi, dari Kak Lila, cuma karena pas lagi rame di stasiun, saya nggak bisa menangkap apa yang dibilang kak Lila. Karena waktu semakin mendekat, akhirnya kami memutuskan untuk langsung masuk ke peron dan langsung naik ke kereta daripada menunggu 2 orang tersebut, dan ternyata kedua orang itu sudah duduk manis di kereta :p.

Perjalanan kereta menjadi bencana bagi kak Cindy. Karena rencananya untuk menghabiskan buku Mo Hayder (saya lupa judulnya), menjadi gagal, karena terganggu perbincangan kita. Dan nggak cuma kak Cindy saja, penumpang lain pun merasa terusik, hahaha, sampai suatu saat ketika kita tertawa bersama, penumbang di sebelah melirik tajam bareng-bareng ke kami. *ups.

Intinya sih hampir semalaman kita tidak tidur. Dan mungkin beruntung juga, karena penumpang persis belakang kita kecurian tasnya. *berduka. Sesudah sampai ke stasiun Senen, berbeda dengan tahun lalu yang saya langsung ke lokasi IRF, tahun ini kita berame-rame mampir ke kediaman kak CIndy untuk beristirahat sejenak. Dan surga bagi penggila buku adalah koleksi buku kak Cindy, dari buku langka sampai buku bagus, bisa dijarah #dikeplak ka Cindy, hahaha.

Setelah istirahat sejenak, kami pun meluncur ke Kota Lama lokasi IRF, menggunakan Commuter Line (pertama kalinya naik CL!, wohooo). Sampai di Museum Mandiri (untungnggakkesasar), dan langsung ketemu panitia IRF (kak Selvi dan kak Farah), sempet nyasar mau cari booth BBI. (sebenarnya nggak kesasar sih tapi nganterin kak Isna ke booth Serapium #alesan). Dan sampailah kita berempat di booth A1-A2, BBI, yay. Di sana ketemu kak Dani, kak Dewi, kak Threez, kak Dinoy, kak Nana yang sedang ngerapiin booth. Memang booth BBI tidak dibuka pada hari pertama, digunakan untuk mendekor booth tapi beberapa pengunjung sudah mulai bertanya-tanya. Acaradilanjutkan dengan mendekorasi. Pokoknya hasil akhirnya keren deh. Kalau ada lomba stand terbaik, booth BBI harus menang #ditendangpanitiaIRF.

Esoknya, perjalanan berlanjut. Berangkat dari Bekasi bersama kang Dion (BBI Yogya), kami datang tepat pukul 10.00 WIB, dan ketemu Rahib! akhirnyaaaaa :p. Dan yang jelas BBIers yang datang tambah banyak. Tak bisa saya sebut satu persatu karena memang saya nggak hapal, :( tapi yang jelas Booth BBI semakin rame. Dan senangnya bisa jeprat-jepret sana-sini, menggunakan pinjaman kamera dari kak Winda. 

Terkait saya dan beberapa BBIers juga membuka booth lain di C3, beberapa kali saya dan teman-teman CG harus bolak-balik antar BBI dan CG. Di booth Seraper pun saya tak bisa mampir lama, cuma bersay-say hello dengan seraper lainnya (maaaaaffffffff). Sampai tak sempat pula mengikuti bookwar, hanya satu kali berkesempatan menukar buku (bookswap).

Booth BBI sendiri menyajikan game-game seru dan talkshow dengan pembicara bang Epi, korum BBI, serta rahib. Saya nggak tahu pasti bagaimana pengunjung booth merespon apa yang kami sajikan di Booth BBI, tapi semoga suka semua. Dan yang jelas semoga BBIers suka dengan event ini. Dan Alhamdulillah, saya senang, bisa bertemu dengan insan-insan pembaca dan penerbit. Sebuah kisah klasik untuk masa depan.

Berlima pulang dari Museum Kota Lama, sempat mencoba TransJakarta (bukan yang pertama lho), melewati salah satu mall termahal dan akhirnya kembali ke Senen, insiden manula (ups) akhirnya bisa kembali ke Semarang!

Segala puji buat Allah SWT. Terima kasih buat teman-teman BBIers, Seraper, Cakrawala Gelinjang, Panitia IRF, mas Dyan dari Serambi, mas Dion dari Gramedia (atas sponsor bukunya), dan kak Vanda, buat semua kesempatan menikmati IRF yang indah.

foto2 bisa dilihat di sini: https://www.facebook.com/media/set/?set=a.602223436493267.1073741827.283459571702990&type=3

1 komentar:

  1. Oh, mastez juga ikutan cakrawala gelinjang? Hahaha, baru tau xD
    Aku baca ini malah jadi kangen pengen naik kereta ke Joglosemar. Doakan saja niat buat ke Joglosemar bisa kesampean :D

    BalasHapus